Lalu menurut Catherine Chambliss, ketua departemen Psikologi dan Ilmu Saraf di Ursinus College, Pennsylvania, schadenfreude bisa dipengaruhi oleh gejala depresi yang mungkin dimiliki oleh orang tersebut.
Anda tidak perlu khawatir merasa jadi orang yang paling jahat sedunia jika pernah merasakannya. Menurut Mina Cikara, peneliti tentang konsep schadenfreude yang diterbitkan dalam jurnal Annals of the New York Academy of Sciences, senang melihat orang lain menderita itu normal.
Kurangnya rasa empati pada sesama juga bukan berarti Anda mengidap gangguan kejiwaan tertentu. Ini adalah respon yang manusiawi dan banyak dirasakan oleh orang lain juga. Namun dalam kasus yang jarang terjadi, schadenfraude bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih berbahaya.
Sebuah penelitian dari Emory University menyatakan terlalu sering atau sangat suka melihat orang lain susah menunjukkan kecenderungan ciri psikopati. Gangguan psikopati bisa membuat Anda menghalalkan berbagai cara untuk membuat orang lain sakit atau tertimpa kemalangan tanpa merasa menyesal.
(Martin Bagya Kertiyasa)