Tenun Masalili dalam pilihan warna kuning, hijau, biru, hingga ungu, dikombinasi dengan tenun lurik dan tenun ATBM (alat tenun bukan mesin) corak Sobi dan Bintik yang menjadi ciri khas Tenun Gaya, brand yang dibuat oleh desainer Wignyo Rahadi. Sentuhan ornamen tumpuk, draperi, dan asimetris turut menjadi daya pikat koleksi dari olahan tenun Masalili.
Sementara, desainer Irma Intan yang merupakan desainer kelahiran Kendari, menampilkan koleksi busana muslim syari bertema “Himeka” yang dalam bahasa Sanskerta berarti sorot mata yang bercahaya.
Koleksi ini menghadirkan kombinasi tenun Masalili dengan material tule, katun, dan organza yang dituangkan dalam siluet A-line serta ornamen zipper dan beads yang dramatis. Dominasi warna hitam diberi sentuhan warna cerah dari tenun Masalili, antara lain warna merah, biru, hijau tosca, dan ungu.
Dengan program pengembangan yang dilakukan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sultra, kain tenun tradisional Masalili dapat diaplikasikan menjadi ragam gaya busana ready to wear untuk menunjang gaya hidup masa kini.
(Renny Sundayani)