DESAINER Wignyo Rahadi memperkenalkan kain tenun Masalili ke masyarakat dengan adanya fashion show koleksi modest wear mulai dari gaya kontemporer hingga syari. Wignyo menggunakan kain tenun Masalili hasil produksi UMKM binaan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara.
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerja sama dengan berbagai pihak berupaya mengembangkan kain tenun Masalili sebagai kekuatan ekonomi lokal, antara lain melalui program pelatih an peningkat an kualitas, motif, desain, serta pengembangan produk dan pemasaran.
Karya desainer Wignyo Rahadi dan desainer asal Kendari Irma Intan tertarik dengan keindahan hutan bakau di Kota Kendari. Karenanya, fashion show tersebut diselenggarakan di area hutan bakau.
Desainer Wignyo Rahadi menampilkan koleksi modest wear bertema “Re-Masalili” yang dikembangkan dari inspirasi gaya busana r etro dengan menonjolkan permainan cutting yang bervolume, seperti model lengan setali, celana harem, rok draperi, dan dress aksen tumpuk, dilengkapi turban dan hijab model capuchon.