Petugas kemudian mencoba membawa pasangan itu ke kantor untuk melakukan mediasi. Tetapi karena sang pria khawatir pacarnya akan mendapat masalah, dia berusaha untuk menghentikan petugas.
Dia mengatakan tidak ingin melibatkan pihak berwajib, dan akan segera menangani masalah ini. Untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan, petugas membubarkan kerumuman dan membawa pria itu menjauh dari tempat kejadian. Pasangan ini kemudian mendapat konseling secara terpisah.
Menurut salah seorang polisi, pasangan itu berdebat terkait masalah 'domestik'. Sang wanita mengaku telah mendukung pacarnya secara finansial, sehingga dia merasa berhak memarahinya karena si pria tidak mampu membelikan ponsel pindar untuk merayakan 520. Pria tersebut mengaku membiarkan sang pacar meluapkan amarahnya karena dia merasa bersalah.
(Utami Evi Riyani)