Studi ini melibatkan 20 pasien obesitas yang memiliki indeks massa tubuh 45 dan berat dengan rata-rata 139kg. Setelah melakukan prosedur di satu bulan pertama, para peserta rata-rata kehilangan sekitar 8 persen dari kelebihan berat badan mereka dan berkurangnya rasa lapar, lalu setelah sebulan rasa lapar mereka meningkat namun masih kurang dari sebelum melakukan prosedur. Setelah satu tahun, mereka kehilangan sekitar 11,5 persen dari kelebihan berat badan mereka.
Melansir thesun, Kamis (11/4/2019), Dr. Arvind Shekhar mengatakan tidak jelas apakah penurunan berat badan pada peserta disebabkan oleh efek plasebo - yang dihasilkan dari keyakinan seseorang bahwa pengobatan tersebut bekerja, daripada efek fisiologis dari perawatan tersebut.
Bagaimanapun, penelitian ini masih dianggap sangat kecil karena hanya melibatkan 20 peserta, sehingga diperlukan lebih banyak lagi penelitian sebelum bisa memberikan kesimpulan atau hasil yang sempurna. Tetapi Dr. Clifford Weiss, profesor radiologi di Universitas John Hopkins menyebut kalau penelitian ini adalah langkah yang bagus.
Para ilmuwan menekankan bahwa prosedur itu tidak dirancang untuk menggantikan operasi bariatrik, yang diketahui dapat membantu orang kehilangan hingga 30 persen dari kelebihan berat badan mereka. Mereka mengatakan terapi ini bisa melengkapi perubahan pola makan dan gaya hidup untuk membantu mereka yang obesitas dengan lebih efektif.
Tidak semua orang yang memiliki berat badan satu ton ingin langsung turun menjalani operasi ekstrem, jadi ini terapi ini berpotensi bisa menjadi solusinya. Sementara itu, mengonsumsi makanan seimbang, menciptakan defisit kalori kecil dan berolahraga secara teratur adalah cara lain yang harus dilakukan.
(Dinno Baskoro)