Depresi adalah gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih berdampak negatif terhadap pikiran, tindakan, perasaan, dan kesehatan mental seseorang. Semua orang pasti pernah merasa sedih atau murung, hal tersebut normal terjadi.
Kondisi ini bisa menyebabkan efek yang lebih buruk pada penderitanya, yaitu produktivitas kerja menurun, hubungan sosial terganggu, hingga keinginan bunuh diri bisa saja terjadi.
Sebagaimana melansir dari Etimes, Selasa (9/4/2019), ada beberapa penelitian dan laporan yang mengkhawatirkan akhir-akhir ini menyoroti krisis kesehatan mental yang dihadapi oleh anak-anak. Apakah kalian sebagai orang tua memberi tahu anak Anda bahwa anak-anak nakal sajalah yang merengek? Lalu apakah Anda juga merusak emosi negatif mereka dengan berasumsi bahwa ia terlalu kecil untuk merasa stres bahkan tertekan? Banyak orang tua yang salah karena mengabaikan sisi perilaku anak mereka seperti ini, yang bisa menjadi buruk seiringnya waktu.
Penting untuk mengakui bahwa anak-anak dan remaja juga memiliki perasaan yang kompleks seperti frustasi, kegembiraan, kegugupan, kesedihan, ketakutan, kekhawatiran, kemarahan, dan rasa malu. Sulit bagi mereka untuk mengekspresikan diri sehingga mereka cenderung berkomunikasi dengan cara lain, yang terkadang bisa bertindak dengan cara yang tidak pantas atau salah.
Menurut para ahli, gangguan perilaku seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), adanya gangguan perilaku, serta kesulitan belajar tentu sering diabaikan pada anak-anak yang bersekolah. Selain itu, gangguan depresi dan kecemasan, yang sebenarnya umum terjadi pada anak-anak, bahkan sering diabaikan tanpa adanya pengawasan.