Para arkeolog juga menemukan jejak merkuri dalam peti matinya yang menandakan bahwa logam beracun itu telah digunakan sebagai zat antibakteri. Tubuhnya juga direndam dalam cairan yang tidak diketahui, rasanya sedikit asam dan berguna untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
Beberapa teori percaya cairan itu sebenarnya adalah air dalam tubuh jenazah dan pengawet yang dituangkan ke dalam peti matinya. Tentunya keberhasilan tubuh Lady Dai melawan dekomposisi adalah sebuah misteri. Pasalnya banyak mayat yang terkubur dalam lingkungan kedap udara dan kedap air dengan cara serupa, gagal dipertahankan.
Penggalian di Mawangdui dan tubuh Lady Dai serta suami dan putranya dianggap sebagai salah satu penemuan arkeologis utama abad ke-20. Dari pembangunan makam dan dari berbagai artefak penguburan, para arkeolog dapat mengumpulkan bagaimana para bangsawan hidup selama periode Hun.
Dari berbagai makanan yang terkubur di dalam makam bahkan dari isi perut Lady Dai, pada arkeolog mampu merekonstruksikan sejarah terperincu yang mengejutkan tentang diet, praktik pertanian, metode berburu, domestikasi hewan, produksi dan persiapan makanan dinasti Han Barat, penanaman resep dan wawasan pada tingkat struktural dalam pengembangan salah satu masakan dunia yang hebat dan abadi.
Saat ini tubuh Lady Dai berada di Museum Provinsi Hunan dimana ia masih dapat dilihat dan dikunjungi. So, bagaimana guys? Tertarik untuk melihat mumi terbaik sedunia ini?
(Utami Evi Riyani)