Cara penguburannya menggambarkan bahwa Lady Dai ditempatkan dengan bersandar pada sebuah tongkat. Ia mungkin tidak dapat berjalan tanpa tongkat karena thrombosis koroner dan arteriosklerosis yang diperoleh karena gaya hidupnya yang tidak bergerak.
Dalam autopsi juga menemukan bahwa dirinya mengalami disk yang menyatu di tulang belakangnya yang membuatnya mengalami sakit punggung parah dan merasa kesulitan saat berjalan. Lady Dai juga memiliki beberapa parasit internal dalam tubuhnya yang diprediksi karena mengonsumsi makanan yang kurang matang serta kebersihannya yang kurang baik.
Ia menderita penyumbatan arteri, penyakit jantung serius, osteoporosis dan batu empedu yang salah satunya bersarang di saluran empedu dan semakin memperburuk kondisinya. Lady Dai meninggal sekira usia 50 tahun karena serangan jantung mendadak karena kesehatan yang buruk selama bertahun-tahun.
Makanan terakhir yang ia konsumsi sebelum ajal menjemput adalah melon. Tak hanya itu, makam Lady Dai berisi sejumlah informasi yang menakjubkan dalam bentuk buku dan tablet tentang kesehatan, kesejahteraan dan umur panjang. Pada tablet terdapat tulisan China yang merupakan resep berbagai obat-obatan tradisional untuk mengobati sakit kepala, kelumpuhan, asma, masalah seksual dan kesehatan lainnya.
Makam Lady Dai ditemukan pada 1971 di sebuah situs arkeologi bernama Mawangdui di dekat kota China, Changsa. Ia ditemukan terbungkus dalam 20 lapisan sutera dan dibaringkan dalam empat peti mati dengan ukuran yang semakin kecil.
Untuk menjaga udara dan air, makamnya dikemas dengan arang dan bagian atasnya ditutup dengan beberapa kaki dari tanah liat. Ruang yang kedap air dan kedap udara ini secara efektif membunuh bakteri yang mungkin berada di dalam dan membantu menjaga tubuh mumi ini.