Kemudian seseorang datang, mengaku sebagai Arjuna. Ia berhasil memotong kuncung Sang Semar. Tentu saja Semar marah. Itu adalah penghinaan. Kemarahan Semar dianggap sebagai sikap kekanak-kanakan oleh Arjuna.
Lalu Semar mengatakan bahwa, orang-orang dewasa telah membuat dunia ini menjadi buruk, kehidupan menjadi penuh tipu muslihat, penuh amarah dan dendam. Semua itu karena banyak orang dewasa telah kehilangan jiwa kanak-kanak yang riang dan sederhana.
Semar sengaja mempertahankan jiwa kebocahannya. Ia ingin dirinya selalu menjadi kanak-kanak, tak ingin kehilangan jiwa kanak-kanak yang murni dan jujur.
Bagaimana lakon ini dipertontonkan? Siapakah yang berperan menjadi Semar dan Arjuna? Saksikan lakon Kanjeng Sepuh yang merupakan episode 31 Indonesia Kita. (MRT)
(Gabriel Abdi Susanto)