Staphylococcus aureus bisa menyebabkan berbagai penyakit mulai dari masalah kulit kecil hingga penyakit yang mengancam jiwa dan Escherichia coli yang biasanya hidup di usus dan bisa menyebabkan diare, infeksi saluran kemih dan kanker.
Selain itu, sebuah studi 2010 yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE, kontak langsung dengan 10 persen cuka malt juga dapat menonaktifkan influenza A. Belum lama ini, sebuah studi 2014 yang diterbitkan dalam jurnal mBio mengungkapkan bahwa cuka dapat membunuh Mycobacterium tuberculosis, bakteri yang bertanggung jawab untuk tuberculosis (TB) pada manusia.
Menurut para peneliti, patogen akan terbunuh setelah 30 menit terpapar asam asetat sebanyak 6%. Menariknya uap cuka juga telah digunakan sebagai disinfektan pada belahan dunia bagian barat. Seperti dalam kasus wabah 1745 yang melibatkan ternak di Montpellier, Prancis.
Kala itu Fakultas Kedokteran merekomendasikan pengasapan sapi menggunakan uap bersama dengan kayu juniper. Namun belum ada penelitian ilmiah yang mengevaluasi efisiensi uap cuka sebagai pengusir virus influenza, apalagi pembersih udara.