Terjadinya akomodasi berlebihan pada mata akan merangsang timbulnya mata minus. Apalagi anak-anak yang masih dalam usia tumbuh kembang. Kelelahan mata atau asthenopia memiliki keluhan serupa dengan orang dewasa. Bedanya anak-anak sering tidak memahami rasa lelah di mata yang mereka rasakan.
“Jika mata anak sudah berair, tampak lebih merah, sering dikucek, berkedip, atau anak mengeluh pusing, bisa jadi si kecil mengalami kelelahan mata,” jelasnya.
Menggunakan gadget juga dapat menyebabkan sinar biru yang dihasilkan masuk ke dalam bola mata baik retina maupun bagian lainnya. Oleh karenanya ada baiknya anak-anak dikurangi menggunakan gadget agar retina dan bagian dalam mata tidak terganggu fungsinya. Bahkan jika memang belum saatnya anak memegang gadget, ada baiknya jangan pernah diperkenalkan.
“Selain merusak mata, juga berdampak pada daya kognitif si anak. Dia jadi asyik dengan gadget dan kurang interaksi sosialnya,” ungkapnya. Dia menyarankan, jika memang terpaksa anak memegang gadget, waktu idealnya adalah memberikan jeda 10-15 menit dalam satu jam. Ini bertujuan mencegah matanya lelah akibat akomodasi otot mata yang terpapar.