SELURUH umat Hindu tengah merayakan Hari Raya Nyepi yang jatuh Hari ini. Perayaan Nyepi atau pergantian Tahun Saka ini dilangsungkan selama 24 jam penuh.
Tentunya banyak ritual dan tradisi-tradisi unik yang dilakukan para masyarakat untuk merayakan hari besar ini. Salah satunya adalah tradisi pawai Ogoh-ogoh atau biasa disebut dengan Ngerupuk.
Setiap masyarakat akan membuat patung-patung, yang akan diarak mengelilingi jalan. Tentunya banyak fakta menarik tersembunyi di balik tradisi mengarak Ogoh-ogoh yang telah lama dilakukan masyarakat Hindu.
Baca Juga: Jokowi Beri Putri Denada Buah Naga Kuning, Harganya Fantastis!
Merangkum dari berbagai sumber, Okezone akan membahasnya satu per satu, yuk disimak!
1.Arti nama Ogoh-ogoh
Dalam bahasa Bali, Ogoh-ogoh berasal dari kata Ogah-ogah yang memiliki arti digoyang-goyangkan. Ogoh-ogoh menggambarkan sosok Bhuta Kala yang besar, jahat dan menakutkan, biasanya berbentuk gajah atau naga.
2.Ogoh-ogoh diarak dan dibakar
Ogoh-ogoh ini digambarkan memiliki energi negatif dari sosok Bhuta Kala. Alhasil setelah diarak berkeliling oleh banyak orang, Ogoh-ogoh ini dibakar untuk menghilangkan gambaran sifat buruk manusia. Diharapkan dengan pembakaran Ogoh-ogoh ini, manusia bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi di masa depan.
3.Ogoh-ogoh memiliki makna mistis di dalamnya
Sebagaimana diketahui Ogoh-ogoh dibuat masyarakat beramai-ramai. Ogoh-ogoh ini sengaja diarak mengelilingi kampung atau jalanan yang bisa disaksikan banyak orang. Mereka percaya roh-roh jahat akan masuk ke dalam Ogoh-ogoh, sebelum dimusnahkan dengan api.
Baca Juga: Dikabarkan Dekat dengan Luna Maya, Intip Penampilan Faisal Nasimuddin yang Kece Abis
4.Ogoh-ogoh sengaja dibuat menyeramkan
Sebagian besar Ogoh-ogoh memang dibuat menyeramkan. Mengapa? Karena Ogoh-ogoh merupakan cerminan dari sifat buruk manusia.
Ogoh-ogoh digambarkan memiliki sikap sombong dengki dan iri hati layaknya manusia. Oleh sebab itu maka dibuatlah dengan bentuk menyeramkan dan wajah buruk rupa.
(Martin Bagya Kertiyasa)