Ancaman kanker di Indonesia semakin meningkat seiring perubahan pola hidup masyarakat.
Menurut Organisasi Penanggulangan Kanker Dunia dan Badan Kesehatan Dunia, diperkirakan terjadi peningkatan kejadian kanker di dunia 300% pada 2030 dan mayoritas terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Secara nasional, prevalensi kanker di Indonesia sebesar 1,4 per 1.000 penduduk.
Kanker tertinggi yang terjadi pada perempuan di Indonesia adalah kanker payudara dan kanker serviks. Sementara pada laki-laki adalah kanker paru dan kanker kolorektal. Dr Sonar Soni Panigoro SpB (K) Onk menyebutkan, obesitas merupakan salah satu faktor risiko kanker.
Apa hubungannya? Ternyata obesitas, terutama pada kanker payudara, mampu mengubah level hormon tertentu. “Pada wanita yang menopause dan obesitas, hormon tersebut akan diproduksi lebih banyak,” kata dr Sonar dalam acara yang diadakan PT Kalbe Farma memperingati Hari Kanker Sedunia dengan mengangkat tema I am and I Will di Lippo Mall Kemang.
Jaringan lemak juga mengeluarkan sinyal protein yang membuat divisi sel tumbuh sehingga tumor baru bisa tumbuh. Sementara itu, hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet juga menyimpulkan bahwa obesitas terkait dengan 10 dari 22 jenis kanker yang paling umum.
Kanker tersebut adalah rahim, ginjal, serviks, tiroid, leukemia, liver, usus besar, ovarium, payudara, dan kandung kemih. Maka itu, dr Sonar menekankan untuk menjaga berat badan ideal sejak dini, terutama menjelang menopause.