Menurut hasil penelitian, orang-orang yang melakukan diet secara berkala kehilangan lebih banyak berat badan. Para pelaku diet ini mengalami penurunan berat badan rata-rata 17,6 pound atau sekira 7 kilogram lebih banyak daripada kelompok yang secara terus-menerus melakukan diet selama 16 minggu.
Penulis Nuala Byrne, PhD, menjelaskan dalam siaran pers bahwa diet sebenarnya dapat mengubah serangkaian proses biologis dalam tubuh, yang dapat menyebabkan penurunan berat badan yang lebih lambat dan bahkan mungkin kenaikan berat badan dalam beberapa kasus.
"Ketika kita mengurangi asupan energi (makanan) selama diet, metabolisme istirahat menurun ke tingkat yang lebih besar dari yang diperkirakan dan sebuah fenomena yang disebut 'thermogenesis adaptif' yang membuat penurunan berat badan lebih sulit untuk dicapai," kata Dr. Byrne.
BACA JUGA : 7 Tips Balikan Sama Mantan biar Valentine Enggak Sendirian
Tentu saja hal ini membutuhkan penelitian yang lebih lanjut. Penelitian ini dimaksudkan untuk menunjukkan cara lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi berat badan dengan mengurangi reaksi kelaparan tetapi tetap mengarah pada hasil penurunan berat badan yang sesuai dengan keinginan. Sebelum memulai program diet baru, ingatlah untuk selalu konsultasikan dengan dokter Anda.
(Dinno Baskoro)