Hal ini lantaran bisnis restoran hot-pot di Taiwan sangat kompetitif, dan sangat sulit bagi pemula untuk mendapatkan keunggulan dengan hanya mengandalkan kualitas makanan dan layanan tanpa cela.
Jadi pemilik restoran memutuskan bahwa mereka membutuhkan beberapa pemasaran ekstrem untuk mendapatkan berita tentang restoran mereka dan menarik pelanggan. Bahkan pada grand opening, mereka merekrut lima model cantik dan meminta mereka melayani pelanggan yang hanya mengenakan bikini minim. Strategi mereka pun bekerja lebih baik dari yang mereka perkirakan, di mana foto dan video pelayan cantik menjadi viral dan restoran ramai pengunjung.
Tampaknya banyak restoran menggunakan keseksian sebagai alat untuk meningkatkan penjualan mereka. Meskipun metode ini kadang-kadang bisa menguntungkan pemiliknya, metode ini masih bisa menjadi bumerang bagi yang bertanggung jawab atas toko, karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai sosialis Tiongkok.
(Santi Andriani)