Merunut dari sejarah, awal mula persebaran mereka bermula saat adanya pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) pimpinan S.M. Kartosoewirjo pada akhir 1940-an. Mereka akhirnya mengungsi ke luar kota untuk menghindari pertumpahan darah.
Nah, di daerah baru tersebut, mereka mulai bekerja menggunakan berbagai macam kemampuannya untuk bertahan hidup. Salah satu profesi yang mereka lakoni adalah pangkas rambut. Menurut cerita, pertikaian hebat paling banyak terjadi di wilayah Banyuresmi, Garut.
Mereka akhirnya meninggalkan kota dan menyebar ke daerah lain seperti Majalaya dan berbagai daerah di Kabupaten Bandung. Sejak itulah, mereka menekuni profesi sebagai tukang cukur rambut secara turun temurun.
So, jangan aneh jika hingga saat ini banyak tukang cukur rambut Asgar yang membuka usaha pada berbagai kota di Indonesia. Mereka biasanya mengikuti jejak orangtua, saudara, tetangga maupun sahabat sebagai seorang tukang cukur rambut.
(Renny Sundayani)