Lalu yang kedua ada Nina Nugroho, yang juga membawakan enam buah koleksi. Sedikit tampil beda dengan membawakan tema “Universe” memadukan gaya desain klasik tapi modern, permainan warna tegas yakni silver dan platinum yang diwujudkan dalam desain busana kantor versi mewah, berkonsep desain two in one yaitu satu piece baju yang dikesankan seperti memakai dua pieces baju. Berupa rok, dress, blazer, shirt, pants, outer dan beberapa di antaranya diberi pemakaian pita dasi untuk menambahkan kesan feminin dan sarung tangan satin modifikasi brukat dan hijab berbahan silk.
Sementar itu, aplikasi yang digunakan adalah brukat 3D berbentuk bunga-bunga berwarna putih dan renda 3D berbentuk bunga berwarna silver sebagai lambang keindahan. Material bahan yang digunakan adalah jacquard berwarna silver dan bahan tafetta victoria premium berwarna silver dan platinum. Kemudian dimodifikasikan dengan aksesoris berupa taburan swarovski crystal dan kancing-kancing yang juga menggunakan kristal swarovski.
Baca Juga: Diduga Pemberian Reino Barack, Intip Foto Cincin Tunangan Syahrini
Terakhir ada Lia Soraya, yang mengangkat motif kultur dari Borneo, Kalimantan Barat dengan memadukan motif anyaman tikar dari Solok, Padang, Sumatera Barat dengan pertimbangan masyarakat Borneo dan Solok memiliki kesamaan ide dalam berkarya, yaitu dari alam. Sebagai contoh motif yang di pakai oleh masyarakat Borneo seperti motif pakis, bunga terong, pucuk rebung, dan kamang. Sedangkan dari Solok memakai motif pakis, tunas bambu atau pucuk rebung, bunga, dan lain-lain.
Pada desain motif yang dipakai oleh Lia Soraya kali ini lebih ke pola motif geometris dengan memasukkan unsur estetis yang dipakai bisa ditampilkan dalam bentuk pengambilan warna, bentuk motif, letak pola motif dan desain busana yang dipakai, untuk makna motif dari Borneo contohnya adalah motif Pakis yang punya makna mengenai keabadian hidup.
Penciptaan motif ini terinspirasi dari tumbuhan pakis (Polystichum setiferum). Bentuk motif ini berkeluk-keluk atau meliuk-liuk seperti halnya tumbuhan pakis. Pucuk rebung, dengan makna mengenai pelajaran hidup yang mendorong manusia agar selalu melangkah di jalan yang lurus. Motif pucuk rebung, penciptaan motif ini terinspirasi dari tunas muda tanaman bambu atau yang biasa disebut Rebung.
Motif ini berbentuk segitiga yang meruncing ke atas dengan bagian pangkal yang besar dan semakin ke atas semakin kecil. Motif Kamang, motif ini memiliki makna daya magis yang melambangkan kekuatan dan keberanian. Penciptaan motif ini terinspirasi dari roh leluhur Suku Dayak. Bentuk motif ini digambarkan dengan seseorang yang sedang duduk menggunakan cawat.
Dalam koleksi yang dibawa ke Hong Kong, Lia mengambil motif pucuk rebung, anyam tikar dan saik wajik atau dodol, yang berasal dari daerah Borneo dan Solok Padang. Permainan warna yang dipakai dalam koleksi Fall/Winter 2019 ini mulai dri biru elektrik, biru jeans, hijau keemasan, abu tua, abu muda, kuning mustar dan coklat tua.
Material bahan sendiri, Lia menggunakan benang tenun sutera, yang nantinya ditenun menjadi kain tenun sutera, selain menggunakan bahan tafeta sutra dan jacquard.
(Utami Evi Riyani)