Perancang veteran Chanel, Karl Lagerfeld, mengatakan pilihan tersebut berdasarkan inisiatif dari perusahaan tanpa paksaan pihak manapun. Kelompok-kelompok hak asasi hewan seperti People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) menyambut baik langkah yang diambil ini. Mereka berharap brand-brand mewah lainnya bisa mengikuti langkah tersebut.
"Tidak ada pakaian dan aksesori yang trendi apabila menggunakan kulit hewan dimana kulit tersebut dicuri lalu untuk mendapatkannya hewan disiksa terlebih dahulu. Sudah jelas bahwa sekarang saatnya bagi semua perusahaan, seperti Louis Vuitton, untuk mengikuti jejak Chanel dan beralih ke materi inovatif yang menghindarkan hewan dari kehidupan yang menyedihkan dan kematian yang menyakitkan," ungkap PETA seperti yang dikutip Okezone dari Channel New Asia, Kamis (13/12/2018).
BACA JUGA:
Meskipun merek-merek fashion top seperti Gucci, Armani, Versace, dan John Galliano telah berada di bawah tekanan berat untuk meninggalkan bulu hewan dari produknya, keputusan Chanel untuk berhenti menggunakan kulit eksotis datang tiba-tiba. Sebab kampanye hak-hak binatang yang melawan penggunaan produk buaya dan kulit ular tidak memiliki daya tarik yang sama dengan penggunaan bulu. Terlebih beberapa merek mewah berinvestasi dengan memiliki peternakan reptil sendiri sehingga dapat menjamin sumber kulit didapatkan secara etis.
(Dinno Baskoro)