BEBERAPA waktu belakang banyak kelompok hak asasi hewan yang menyoroti penggunaan kulit binatang untuk barang fashion seperti tas, baju, sepatu, dan lainnya. Tak sedikit yang menginginkan brand-brand ternama beralih dari penggunaan tersebut dan menggunakan kulit imitasi. Namun belum banyak brand yang mengambil langkah tersebut.
Baru-baru ini, brand asal Prancis yaitu Chanel mengumumkan bila perusahaan mereka tidak akan lagi menggunakan bulu binatang eksotis untuk membuat produk. Keputusan ini membuat brand tersebut sebagai rumah mode mewah pertama yang berani mengambil langkah besar sehingga mendapat pujian dari kelompok hak asasi hewan.
BACA JUGA:
Kepala fashion Chanel, Bruno Pavlovsky, mengatakan di masa depan kreasi produk tidak akan menggunakan kulit eksotis. Meskipun sebenarnya itu menyulitkan proses produksi karena mendapatkan kulit berkualitas tinggi yang sesuai dengan etika tidaklah mudah. Sekadar informasi, selama ini brand tersebut dikenal memproduksi handbags, mantel, dan sepatu yang terbuat dari kulit ular, kulit buaya serta kulit ikan komando. Hal itu membuat barang-barang dijual dengan harga premium, dengan harga mencapai ratusan juta.