"Karena dikenal, mereka memiliki banyak fans dan para pengagum. Dengan kriteria tersebut, tentu akan sangat mudah memengaruhi orang lain untuk mengikuti apa yang mereka lakukan," terangnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (6/12/2018).
Baca juga: Gemasnya Tingkah Ryan, Youtuber Cilik dengan Pendapatan Tertinggi di Dunia
Senada dengan pernyataan Psikolog Mei, dalam laman Olapic, dijelaskan bahwa kekuatan influencer untuk bisa dipercaya publik, salah satunya adalah dari jumlah pengikutnya di media sosial.
Konsep berpikir 'Makin banyak yang follow, makin dipercaya' masih dibenarkan di sosial kita. Kalau sudah begini, akhirnya mereka yang memiliki followers bejibun akan cukup mudah dipercaya dan karena itu pemikiran "Mana mungkin artis nerima produk palsu" muncul.
Kembali ke pembahasa di awal, lalu kenapa publik bisa memercayai infleuncer?