DALAM mengukur keberhasilan suatu destinasi wisata tidak cukup dengan angka-angka saja, dalam hal ini terkait jumlah kunjungan wisatawan. Ada beberapa elemen penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah serta para pelaku wisata di Tanah Air.
Menurut penjelasan Thamrin B Bachri, Dosen Pariwisata sekaligus Tim Pemenangan Wonderful Indonesia, kepuasan wisatawan merupakan poin utama dalam pengembangan suatu destinasi.
"Kalau wisatawan puas mereka akan jadi ‘repeaters'. Industri pariwisata kita pun akan sustain (berkelanjutan). Contoh saja Bali, dalam 5 tahun terakhir jumlah ‘repeaters' mereka itu meningkat menjadi 31%," tutur Thamrin, dalam Seminar Pengembangan Destinasi dan Pemasaran Terpadu Danau Toba, di Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/11/2018).
Lebih lanjut Thamrin menjelaskan, ada dua faktor utama yang memengaruhi kepuasan wisatawan yakni, keamanan dan keteraturan. Kebanyakan wisawatan tidak mau kembali karena bersinggungan dengan faktor manusia. Misalnya mereka tidak dilayani dengan baik, atau masyarakatnya tidak welcome.
Masalah keamanan menjadi sangat penting, karena tidak dipungkiri bahwa permasalahan tersebut masih merupakan salah satu kelemahan industri pariwisata Indonesia.
“Kita harus jujur bahwa salah satu kelemahan kita adalah keamanan. Di Palembang itu banyak wisatawan yang komplain karena menjadi korban kriminalitas. Hal ini jelas dapat membuat image pariwisata kita menjadi jelek di mata dunia,” tegas Thamrin.