Konsumsi Daging Anjing Dapat Sebabkan Rabies, Benarkah?

Firda Janati, Jurnalis
Senin 05 November 2018 19:03 WIB
Ilustrasi Makan Daging Anjing (Foto: Pixabay)
Share :

Karin juga mengungkapkan dalam sekali perjalanan dari ciancuratau sukabumi menuju Jakarta, sekiranya ada 30 - 40 anjing yang dibawa dalam mobil pickup yang ditutupi terpal. Agar tidak seketahui orang lain. Hal ini tentu merupakan tindakan yang melanggar hukum peraturan berkaitan dengan kesehatan manusia dan kesejahteraan hewan sehingga harus segera dihentikan.

Memang tidak mudah bagi pemerintah untuk mengentikan konsumsi daging anjing, kendalanya terdapat pada begitu luasnya pintu masuk dari banyak celah. Dokter hewan dr Sugiarto, dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Republik Indonesia mengatakan bahwa Indonesia masih masuk ke dalam negara yang berisiko terhadap penyakit rabies.

"Data di pusat kami menyatakan bahwa Indonesia masih memiliki 264 kabupaten kota yang endemis rabies. Data tersebut mengungkapkan tahun 2017 hanya terdapat sertifikasi dari 145 kabupaten kota yang di Indonesia yang mendiklair eliminasi bebas rabies. Artinya hanya sekira 55% persen kota dan kabupaten yang sudah mendiklar untuk eliminasi rabies,” paparnya

Perlu diketahu bahwa rabies tidak menular melalui makanan. Lalu apa hubungannya dengan mengonsumsi daging anjing? Faktor risikonya terdapat pada permintaan daging anjing. Saat permintaan daging anjing terus meningkat, maka terjadi pepindahan tempat dari satu area yang masih tinggi rabies, kemudian pindah pada area lain yang sudah terbebas rabies.

DKI Jakarta merupakan salah stu dari 9 kota di Indonesia yang sudah terbebas dari rabies, namun karena masih adanya permintaan daging anjing tidak menutup kemungkinan Jakarta memiliki risiko tinggi penyakit rabies.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya