Konsumsi Daging Anjing Dapat Sebabkan Rabies, Benarkah?

Firda Janati, Jurnalis
Senin 05 November 2018 19:03 WIB
Ilustrasi Makan Daging Anjing (Foto: Pixabay)
Share :

Anjing adalah hewan yang paling setia diantara yang lain. Sebagai hewan peliharaan, anjing dapat membawa kenyamanan dan kebahagiaan. Anjing bahkan dapat melindungi manusia dari bahaya melalui pengabdiannya di tenaga kepolisian, tim penyelamat dan militer.

Namun, ada kabar yang paling menyedihkan dari hewan yang lucu ini. Setiap tahunnya, jutaan anjing diperdagangkan untuk memasok kebutuhan daging anjing di seluruh Indonesia. Melalui investigasi berskala nasional, Jakarta Animal Aid Network (JAAN) menemukan adanya kekejaman dan kebrutalan yang dilakukan dalam metode penangkapan, transportasi dan penjagalan anjing.

Baca juga : Disajikan Nyeleneh, Baru Dilihat 5 Makanan Ini Sudah Bikin 'Kenyang'

"Saat mulai investigasi sempat kaget. Perjalanan dari kota ke kota, dari pulau ke pulau, begitu ramai. Kami juga melakukan investigasi di Jakarta. Kalau di Jakarta stok daging anjing kan tidak ada. Jadi anjing-anjing tersebut di datangkan dari cianjur dan sukabumi. Dimana kota tersebut rabiesnya masih sangat tinggi. Kami juga lihat cara potongnya di pemotongan hewan, bagaimana cara mereka potong dan sisa daging yang tak terpakai mereka buang. Sangat tidak higienis,” kata Karin Franken, Pendiri Jakarta Animal Aid Network (JAAN), saat ditemui dalam Konferensi Media dalam Kampanye Dog Meet Free Indonesia, di Jakarta Pusat, Senin (5/11/2019). 

Banyak di antara anjing yang dikonsumsi berasal dari hewan peliharaan yang dicuri dan dipungut dari jalanan serta perkampungan, tanpa mengetahui kesehatannya. Penderitaan luar biasa yang dialami jutaan anjing setiap tahunnya sangat tidak terbayangkan. Karena masih tingginya permintaan konsumsi daging anjing di berbagai daerah di Indonesia, membuat Indonesia berisiko tinggi terhadap penyakit rabies.

“Dari research kita sekira 7 persen yang makan daging anjing. Sehingga sekiranya ada 93 persen tidak memilih makan daging anjing, tapi karena 7 persen tersebut, 93 persen yang tidak mengonsumsi daging anjing harus menanggung risiko rabies itu juga, it’s not fair,” ungkapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya