Hal senada juga disampaikan oleh Tengku Alia Sandra yang saat ini bekerja sebagai Kepala Departemen Teknik Rel Kereta di MRT Jakarta. Meski jumlah pekerja perempuan di industri STEM masih terbilang minim, namun kontribusi dan peran perempuan tidak perlu diragukan lagi.
“Perempuan di dunia STEM itu angkanya berkisar 25-35%. Bahkan saat saya bekerja sebagai Signaling Desinger di Jacobs Melbourne (sebuah perusahaan konsultan mesin di Australia), hanya saya sendiri pekerja perempuan yang ada di tempat tersebut,” ujar wanita yang akrab disapa Alia itu.
“Tapi untuk urusan kualitas dan work ethic, kami tidak kalah profesional dengan kaum laki-laki. Kami hanya perlu diberi kepercayaan dan kesempatan yang sama,” sambungnya.
Pernyataan ketiga narasumber itu pun dilengkapi oleh sebuah presentasi apik yang dipaparkan oleh Dr Fenny Martha Dwivany, selaku Profesor Madya di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB. Wanita asal Bandung itu mempresentasikan berbagai hasil penelitiannya, termasuk sebuah prestasi membanggakan saat ia berkesempatan mengirimkan biji (bibit) tomat ke Stasiun Antariksa Internasional.