Menilik Peran dan Kontribusi Perempuan di Industri STEM Indonesia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Sabtu 20 Oktober 2018 13:34 WIB
Empat perempuan yang berkecimpung dalam STEM (Foto: Australian Embassy Jakarta)
Share :

Padahal, dengan mendorong lebih banyak perempuan untuk bekerja di industri STEM, justru akan menekan tingkat diskrimasi gender di dnia kerja, serta meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi mereka.

Kesempatan pertama diberikan kepada Dr Francesca Maclean. Ia mengatakan, sejak dulu, orang tua didorong untuk mengajarkan anak-anak mereka bahwa anak laki-laki harus kuat seperti superhero, sementara anak perempuan harus berperilaku seperti seorang ‘princess’ yang halus, patuh, dan baik.

“Sekarang, sudah saatnya semua kalangan masyarakat mendobrak pola pikir tersebut. Kita membutuhkan ‘change makers’ di sekolah, kantor, dan di rumah, yang memahami isu kesetaraan gender. Sehingga tidak akan ada lagi diskriminasi gender baik di lingkungan pendidikan maupun di dunia kerja,” tutur Francesca.

Diskusi kemudian dilanjutkan oleh presentasi yang diberikan oleh Dr Dwianntika Rika Marthanty, dosen sekaligus peneliti senior di Fakultas Teknik UI. Menurut pengakuannya, di Indonesia sendiri diskriminasi gender di lingkungan kerja tidak semasif di negara-negara Barat, seperti Australia. Namun Dwi tidak memungkiri bahwa jumlah pekerja perempuan di bidang STEM masih sangat minum.

“Berdasarkan pengalaman saya, kemampuan diri adalah kunci utama. Ketika saya menjalin kerjasama sebuah institusi atau perusahaan, mereka tidak pernah melihat penampilan saya, tidak pernah melihat hijab yang saya kenakan. Mereka hanya ingin mendengar ide dan inovasi yang saya memiliki,” tegasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya