Kuliner Paling Menjijikan di Dunia, Dari Penis Sapi, Keju Berulat hingga Jus Kodok

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Selasa 16 Oktober 2018 15:42 WIB
Keju Berulat (Foto: BBC)
Share :

BAGI banyak orang, makan keju dengan banyak ulat adalah sesuatu yang perlu dihindari, namun makanan ini justru dicari sebagian orang.

Coba tanya orang yang tinggal di Sardinia, pulau di Italia, mereka mungkin akan menelan air liur bila mendengarnya.

Namun mereka mungkin akan menolak bila ditawari selai asin Marmite, yang banyak disenangi di daerah asal, Inggris.

Perbedaan budaya membuat sebagian makanan "menjijikkan" bagi sejumlah orang di belahan dunia lain. Inilah tema pameran di Mälmo, Swedia pada tanggal 31 Oktober.

Museum makanan yang menjijikkan akan dimulai di Swedia sebelum berkeliling ke negara lain.

Perbedaan budaya

Tujuan dari pameran ini adalah untuk menantang asusmi kita terkait apa yang selayaknya kita makan dan tidak.

"Makanan adalah bagian dari identigas budaya dan anggapan kita dan ini sangat dipengaruhi tempat kita dibesarkan," kata pakar jiwa Samuel West, salah satu kurator pameran.

"Fungsi membedakan antara yang menjijikkan dan tidak ini membantu kita menghindari penyakit dari makanan yang tak aman. Namun yang jelas perasaan yang kita miliki untuk menentukan apakah makanan menjijikkan atau tidak bersifat universal," tambahnya.

"Penting untuk membuat kita semua merefleksikan konsep itu untuk menentukan pilihan makanan yang terkait dengan pengaruhnya terhadap lingkungan," tambahnya mengacu pada perayaan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada Selasa, (16/10).

West dan mitranya Anders Ahren berkeliling dunia untuk mencari contoh makanan yang menjijikkan. Dari 300 jenis makanan, 80 dipilih untuk dipamerkan.

"Orang bisa mencium dan merasakan sejumlah makanan," katanya.

Anda mau ikut mencoba? Inilah sebagian makanan yang akan dipamerkan.

Keju yang penuh ulat (Italia)

Keju pecorino ini dibelah dan ditinggal di luar sehingga dihinggapi lalat yang kemudian bertelur. Telur lalat berkembang di keju dan enzimnya yang mengurangi lemak.

Mereka yang makan keju ini perlu melindungi mata agar tak terkena larva yang masih bisa terbang. Makan ulat ini juga berisiko karena bisa berkembang di usus manusia. Penjualan keju yang dikenal dengan nama casu marzu (keju busuk) dilarang di Uni Eropa karena alasan kesehatan dan keamanan.

Penis sapi (Cina)

Penis sapi dikonsumsi untuk apa yang disebut punya efek perangsang. Menurut pakar, perempuan harus makan bagian daging yang putih sementara pria mengkonsumsi bagian daging yang lebih gelap.

Belalang goreng (Uganda)

Di sejumlah negara, kripik terkenal namun di Uganda, belalang goreng lebih banyak diminati. Warga setempat merekomendasikan dengan bir.

Perempuan dilarang makan apa yang disebut orang Uganda sebagai nsenene karena dikawatirkan anak-anaknya akan memiliki kepala seperti belalang.

Telur semur dan larva (Meksiko)

Menurut sejarawan, telur semut pohon dan larvanya telah dikonsumsi sebagai panganan ringan selama berabad-abad di Meksiko sampai dewasa ini.

Makanan ini disebut escamoles dan biasanya digoreng dan disajikan dengan guacamole, campuran alpukat dalam tortilla atau taco. Harganya cukup mahal dan karena itu disebut kaviar gurun pasir.

Hati kobra (Vietnam)

Makanan ini untuk mereka yang punya stamina ekstra. Di Vietnam, hati kobra dicari sebagai bahan perangsang. Ular dibunuh dan direbut dan dagingnya dijadikan makanan ringan. Hatinya biasanya disimpan dalam gelas dan disantap dengan darah ular dan vodka.

Mata dan otak kambing (Iran, Afghanistan dan Irak)

Mabuk di Tehran, Kabul atau Baghdad? Anda mungkin akan ditawari kale pache, makanan yang terbuat dari kepala, kaki dan perut kambing. Makanan jenis ini dianggap dapat mengobati orang yang mabuk minuman keras. Mata kambing juga disantap.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya