Menurut dewan direksi Academy of Breastfeeding Medicine (ABM), tindakan keamanan tertentu diperlukan saat mengambil bagian dalam pembagian ASI. Kelompok itu menulis dalam jurnal Breastfeeding Medicine bahwa keputusan untuk melakukan pembagian ASI hanya boleh dilakukan dengan panduan seorang dokter.
“Donor harus ditanya tentang riwayat medis, obat-obatan, (dan) praktik sosial mereka (yaitu penggunaan narkoba / tembakau / alkohol). Catatan prenatal ibu donor harus ditinjau. Setiap tes skrining infeksi setelah melahirkan harus ditinjau ulang,” tutur Dr. Natasha Sriraman, selalu penulis utama jurnal tersebut.
(Santi Andriani)