"Ada begitu banyak kemungkinan masalah dari ibu yang tidak bisa menghasilkan susu, atau jika ibu telah menjalani operasi dan memiliki komplikasi medis. Dalam beberapa kasus, orang tua meninggalkan anak-anak mereka sendiri tanpa memberinya ASI. Saya tidak bisa melihat masalah ini dan ingin membantu,” tutur Passavee, sebagaimana dilansir dari Next Shark, Senin (15/10/2018).
Passavee juga mendirikan sebuah tempat bernama Klinik Filoga, sebagai bank ASI-nya. Klinik tersebut telah menarik sejumlah besar ibu baru yang membutuhkan ASI untuk anaknya.
Popularitas kampanye Passavee yang semakin meningkat telah mendorong beberapa dokter untuk berbicara menentang menyusui bayi dengan ASI orang lain. Banyak ahli mengatakan bahwa ASI dari orang lain memiliki bahaya medis. Menteri Sekretaris Kesehatan Publik, Dr Pornpimol Wipulakorn adalah salah satu dari mereka yang keberatan dengan adanya praktik pembagian susu yang tidak diatur.
Dalam sebuah pernyataan, Pornpimol menekankan bahwa tidak peduli seberapa baiknya kualitas ASI sang donor, namun berbagi susu yang tidak diregulasi dengan yang lain dapat menimbulkan banyak potensi risiko kesehatan.