Ciri khas lainnya yang dapat membantu Anda untuk membedakannya adalah warna yang dipergunakan. Batik pesisir lebih sering menggunakan warna merah dan biru dibandingkan cokelat yang menjadi kegemaran pembatik asal Jogja dan Solo.
Batik pesisir juga selalu digambar secara tidak naturalis. Hal ini disebabkan oleh larangan Islam untuk menggambar sesuatu dengan gaya naturalis. Nah, untuk penggunaannya sendiri, batik pesisir tidaklah sulit seperti batik Jogja maupun Solo yang disesuaikan dengan pangkat dalam keraton. Batik pesisir bisa digunakan oleh siapa saja karena bersifat komersil.
5 Harajuku Style Ini Pasti Bikin Anda Geleng-Geleng, Unik Banget
Dalam perjalanannya, batik mulai berkembang pada abad ke-19 dimana India yang merupakan produsen utama kain di Pulau Jawa memutuskan untuk mengurangi produksi mereka. Sejak saat itu para konsumen memutuskan untuk lebih memilih menggunakan kain batik.
Batik di Indonesia semakin populer setelah beberapa pedagang asing dari China dan Belanda turut terlibat dalam industri batik. Perjalanan itulah yang membuat batik menjadi terkenal hingga kini dan menjadi identitas Indonesia.
(Santi Andriani)