BATIK merupakan salah satu karya yang menunjukkan identitas bangsa Indonesia. Batik sendiri merupakan sebuah corak atau lukisan yang dituangkan ke dalam sebuah kain. Alhasil kain batik selalu memiliki makna dan arti dari setiap guratannya. Batik sendiri terdiri dari dua macam yakni batik tulis dan batik cap.
Perbedaanya hanya pada cara seseorang membuatnya. Batik tulis biasanya dikerjakan dengan cara manual dengan alat menggunakan canting. Ciri khasnya adalah tinta batik yang menembus hingga ke belakang kain dan motifnya yang lebih luwes. Sementara batik cap terlihat lebih kaku dan berwarna lebih tua dibandingkan warna pada goresan motifnya.
Di Negara Ini, Kamu Bisa Tahu Perempuan yang Masih Perawan Hanya dengan Lihat Gaya Rambutnya!
Tak hanya dua hal ini yang membedakan batik. Batik juga memiliki ciri khas masing-masing yang membedakan darimana mereka berasal. Salah satu contohnya adalah batik pesisir atau biasa disebut dengan batik tepi laut.
Mengutip dari Yayasan Batik Indonesia, Senin (1/10/2018), Batik pesisir memiliki variasi yang lebih banyak mulau dari segi warna maupun motifnya. Hal ini disebabkan oleh pengaruh asing yang dibawa oleh para pedagang asing zaman dahulu.
Berbeda dengan batik yang dibuat di Solo dan Jogjakarta, batik pesisir dibuat oleh daerah-daerah yang berada di pesisir utara jawa seperti Cirebon, Indramayu, Lasem dan Bakaran. Mungkin selintas beberapa orang awam sedikit bingung dalam membedakan ciri khas batik pesisir dengan batik pada umumnya.
Caranya sebenarnya susah-susah gampang, yang pasti Anda membutuhkan kecermatan dalam melihat sebuah gambar. Biasanya batik pesisir memiliki pilihan warna dan motif yang cenderung tidak kaku. Seperti yang disebutkan sebelumnya, hal ini terjadi karena adanya pengaruh asing yang dibawa oleh pedanga asing zaman dahulu terutama sejak kehadiran Islam pada abad ke-16.