BALI adalah salah satu destinasi wisata yang paling laris dan banyak dikunjungi oleh wisatawan. Tak hanya wisatawan nusantara (wisnus), wisatawan asing yang datang dari berbagai negara pun turut berbondong-bondong mengunjungi tempat Indah ini.
Sebagaimana diketahui, Pulau Bali terlihat agak terbuka dalam gaya berbusananya. Hal ini akibat banyaknya wisatawan mancanegara yang mengadopsi budaya barat dalam segi berpakaian.
Tak sulit bagi Anda untuk menemukan wanita berbikini tengah berjemur di pinggir pantai. Atau para turis yang mengenakan pakaian minim tengah berjalan di pusat kota.
Baca Juga: 10 Transgender Ini Cantiknya Gak Kalah dengan Perempuan Asli, Lihat Saja Sendiri!
Tentunya gaya berbusana wisatawan asing ini sangat bertolak belakang dengan budaya masyarakat Bali yang kental akan adat istiadat. Apalagi, banyak pura atau kuil-kuil suci yang dikeramatkan di Bali.
Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut pemerintah kota Bali telah melarang para wisatawan asing yang mengenakan bikini atau berpakaian minim di sekitar area kuil-kuil yang dikeramatkan.
Hal ini bertujuan untuk melindungi wilayah sakral di Pulau Bali dari para oknum (wisatawan) yang berprilaku kurang sopan saat mengunjungi situs yang dikeramatkan masyarakat Hindu di Bali.
Keputusan ini pun dibenarkan dan didukung penuh oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Sukawati. Tjokorda Oka mengatakan akan melakukan evaluasi dalam beberapa minggu mendatang. Ia berharap para wisatawan bisa mengunjungi pura atau kuil-kuil suci di Bali tanpa perlu didampingi.
Baca Juga: Selain Semakin Intim, Ini 4 Manfaat Sehat Rajin Bercinta bagi Pasutri
"Peraturan ini adalah upaya pemerintah untuk menjaga Pura atau kuil yang di sakralkan umat Hindu di bali. Tempat-tempat ini perlu dilestarikan karena mereka adalah adat istiadat dan budaya masyarakat Bali,” tutur Tjokorda Oka, melansir dari The Guardian, Kamis (27/9/2018).
Peraturan ketat ini juga mulai diterapkan pemerintah sejak melihat foto seorang turis Denmark yang mendadak viral beberapa waktu lalu. Ia terlihat duduk di Linggih Padmasana di Kuil Puhur Luhur Batukaru.
Sejatinya kuil tersebut dipersembahkan untuk dewa yang paling penting dalam masyarakat Hindu Bali. Alhasil barang siapa yang sengaja duduk di atas tempat tersebut dianggap sangat menyinggung masyarakat Bali.
Alhasil kecerobohan ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah Bali, untuk lebih ketat dalam menerapkan aturan. Hal ini memang wajib dilakukan demi kenyamanan para wisatawan maupun penduduk setempat.
"Hal ini terjadi karena kami terlalu terbuka dengan turis. Sehingga mereka datang dengan sangat banyak. Memang kualitas wisatawan sekarang berbeda dari sebelumnya," tandasnya.
(Renny Sundayani)