Indonesia Darurat Baby Smokers, Ini Faktanya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Selasa 21 Agustus 2018 15:16 WIB
Indonesia darurat baby smokers (Foto:Ilustrasi/Snapes)
Share :

"Saya bisa jelaskan bahwa sekarang Indonesia darurat baby smoker. Anak usia 2 tahun saja sudah merasakan rokok, tentunya ini menjadi catatan buruk, mengingat Kementerian Kesehatan sedang menggalakan Gerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat (GERMAS)," papar dr Sumarjati.

Bicara mengenai kasus perokok aktif pada anak-anak, Penelitian yang dilakukan TCSC IAKMI pada 2017 di 15 Kota/Kabupaten menemukan bahwa anak dan remaja usia di bawah 18 tahun paling banyak terpapar iklan rokok melalui televisi (83%), banner (74,80%), billboard (67,10%), dan tembok publik (54,10%).

Anak-anak yang terpengaruh iklan rokok tv lebih cenderung akan menjadi perokok aktif dengan peluang 2,24 kali lebih besar dibandingkan anak-anak yang tidak terpapar iklan rokok di televisi. Begitu pula dengan anak usia di bawah 18 tahun terpapar iklan rokok di radio, billboard, poster, dan internet memiliki peluang sebesar 1,54 kali, 1,55 kali, 1,53 kali, dan 1,59 kali lebih besar untuk menjadi perokok!

Sementara itu dr Sumarjati menambahkan, kebijakan pengendalian tembakau mesti ditegaskan di tingkat pemerintahan. Sebab, dengan adanya kebijakan tersebut, masyarakat akan bisa lebih dikendalikan dengan adanya aturan daerah.

"Tanpa kemauan yang tinggi untuk membuat kebijakan pengendalian tembakau yang kuat dan komprehensif dan implementasi yang ketat, baby smoker akan terus bermunculan, semakin dini usianya dan semakin banyak jumlahnya Indonesia akan semakin dipermalukan!" tambah dr Sumarjati.

(Santi Andriani)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya