Advertisement
Advertisement

Iklan Racuni Anak-Anak Indonesia Jadi Perokok

Dewi Kania , Jurnalis-Rabu, 18 Maret 2015 |17:31 WIB
Iklan Racuni Anak-Anak Indonesia Jadi Perokok
Iklan racuni anak-anak Indonesia jadi perokok (Foto: Shutterstock)
A
A
A

IKLAN rokok yang terkesan keren membuat anak-anak tertarik melihatnya. Namun sayangnya, tayangan iklan tersebut menggoda mereka untuk mengisap rokok, sehingga menambah jumlah perokok anak di Indonesia.

Data dari Global Youth Survey menunjukkan, enam juta anak-anak dan remaja berusia 10-16 tahun sudah mencoba merokok. Lebih mengerikan lagi, ada sekira 239 ribu telah dinyatakan sebagai baby smoker. Tentu hal ini menjadi perhatian khusus para orangtua agar tidak membiarkan buah hatinya terpapar rokok.

“Negara belum melindungi anak-anak dari paparan rokok. Bentuk iklannya saja sudah gencar meracuni anak-anak supaya menyentuh rokok. Terlebih, rokok juga harganya sangat murah dan bisa dibeli dengan uang jajan sendiri,” ujar Pengurus Bidang Pengembangan Dukungan Medik Komnas PT, Dr H Hakim Sorimuda Pohan SpOG (K) saat Press Conference Negara Tidak Hadir Melindungi Anak di Kantor Ikatan Dokter Indonesia, Menteng, Jakarta, Rabu (18/3/2015).

Seperti yang kita lihat, iklan rokok pun tidak hanya hadir di televisi saja. Terpampang reklame besar di jalan raya atau bahkan di halaman sekolah mereka. Itu semua menjadi media yang membuat anak-anak tertarik dengan iklan rokok yang identik diperankan oleh pemuda gagah dan pemandangan apik, serta desain yang keren.

“Prevalensi per tahun jumlah perokok anak-anak di Indonesia sekira 16-17 persen. Peningkatan jumlah perokok anak-anak di Indonesia tercepat di dunia. Bahkan jumlah kematian akibat rokok di Indonesia sangat tinggi, setiap jam ada 27 orang meninggal dunia,” tutupnya.

(Yogi Cerdito)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement