Indonesia Darurat Baby Smokers, Ini Faktanya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Selasa 21 Agustus 2018 15:16 WIB
Indonesia darurat baby smokers (Foto:Ilustrasi/Snapes)
Share :

FENOMENA perokok aktif usia anak-anak semakin mengkhawtirkan. Fakta ini harusnya mendapat kewaspadaan dari banyak pihak, tidak hanya dalam lingkup keluarga tapi juga pemerintahan.

Menurut Fakta Tembakau Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSCS IAKMI) 2014, pada 1999 ada sekitar 9,6 persen penduduk usia 5-14 tahun mulai mencoba merokok. Lalu, pada 2001, jumlah ini naik menjadi 9,9 persen. Sampai akhirnya pada 2010, angka perokok aktif usia muda ada sekitar 19,2 persen.

Angka-angka tersebut saat ini terus memburuk. Hal ini tentunya menjadi warning bagi Indonesia, mengingat anak usia 5-14 tahun seharusnya masih di bawah pengawasan orangtua. Di lain sisi, tak sedikit juga orangtua yang merokok aktif di depan anaknya dan mereka belum dapat informasi yang cukup mengenai pengetahuan bahayanya merokok ini.

Kasus terbaru datang dari Sukabumi. Adalah Rapi Ananda Pamungkas. Usianya belum genap 2 tahun, tapi bocah ini sudah kecanduan rokok. Jika Anda ingin tahu, Rapi merokok 5 batang per hari dan angka ini tentunya mengkawatirkan bagi tubuh si anak mau pun lingkungam sekitarnya.

"Makanya, sekarang itu anak usia di bawah 10 tahun sudah semakin banyak merokok dan salah satu ujung tombak dari penghentian kebiasaan merokok adalah keluarga," terang dr Sumarjati Arjoso, SKM, saat ditemui dalam acara "Baby Smoker" Masih Tetap Ada! yang diselenggarakan di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (21/8/2018).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya