Artichoke, Makanan Khas Yahudi di Roma yang Tuai Polemik Kehalalan

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 01 Agustus 2018 15:24 WIB
Artichoke. (Foto: BBC)
Share :

KETIKA Ketua Rabbinate Israel, badan tertinggi agama Yahudi di Israel, menyatakan bunga artichoke sebagai makanan tak halal, ratusan orang di Roma membanjiri media sosial dengan pesan solidaritas untuk hidangan yang sudah disantap sejak beberapa abad silam.

Jika Anda berpikir tentang Roma, kemungkinan citra Basilika Santo Petrus, salah satu simbol Kristiani yang paling dikenal secara universal, akan terlintas dalam pikiran Anda. Namun, jalanan LaCittà Eterna yang ramai juga berstatus rumah bagi kelompok agama lain yang telah meninggalkan jejak mendalam pada sejarah kota itu.

Kaum Yahudi Roma telah menghuni ibu kota Italia itu sejak abad ke-2 sebelum masehi atau jauh sebelum sejarah Kekristenan dimulai. Berjalan kaki beberapa menit dari Piazza Venezia yang mengagumkan di dekat tepi sungai Tiber di kawasan Via del Portico d'Ottavia.

Baca Juga: Lahir Hari Rabu Pon, Ini Ramalan Sifat Cucu Jokowi yang ke-2 Berdasarkan Penanggalan Jawa

Wilayah itu merupakan jantung perkampungan Yahudi yang didirikan atas perintah Paus Paulus IV pada 1555 dan dibongkar saat pasukan Italia merebut Roma dari Kepausan tahun 1870.

Selama musim semi, ketika musim bunga artichoke dimulai, banyak rumah makan di jalanan sempit di kawasan 'Il Ghetto' itu menarik perhatian pelanggan dengan mammole – artichoke versi lokal yang sebagian besar ditemukan di daerah sekitar Roma.

Mammole merupakan bahan utama hidangan perpaduan budaya Roma-Yahudi yang paling ikonik, carciofi alla giudi. Secara harfiah, istilah itu berarti artichoke gaya Yahudi.

Carciofi alla giudia adalah bunga artichoke goreng yang digemari penduduk setempat setidaknya sejak abad ke-16. Bagian dalam hidangan ini terasa lembut, sementara luarnya kering renyah dan berwarna emas. Hampir setiap tamu rumah makan memesan carciofi renyah selama musim semi.

Baca Juga: Perkenalkan, Jare Gadis Umur 5 Tahun Disebut Paling Cantik di Dunia

"Terdengar ekstrim untuk mengatakan, sebuah restoran tergantung pada satu hidangan. Tapi itu masakan yang paling banyak diminta dari menu kami," kata Amit Dabush, pemilik jaringan restoran halal terkenal Ba'Ghetto, yang memiliki tiga tempat di Roma dan satu di Milan.

Tapi musim semi ini, keadaan tidak berjalan semulus biasanya di restoran-restoran di Via del Portico d'Ottavia. Akhir Maret lalu, beberapa minggu sebelum Paskah Yahudi yang memperingati pembebasan Israel dari perbudakan di Mesir, Rabi Yitzhak Arazi, kepala impor Rabbinate Israel, menyatakan bunga artichoke khas Yahudi tidak halal (trayf). Padahal hidangan itu adalah makanan pokok dari hidangan paskah Yahudi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya