Novi mengatakan usaha yang diberi label Mamuma itu telah dikenal di berbagai daerah di Indonesia. Ia bahkan pernah diundang ke stasiun televisi swasta untuk mempromosikan produknya itu.
Ibu berputra kembar ini juga melayani penjualan daring. Omzetnya tak bisa dikatakan sedikit. “Saya promosi lewat media sosial dan market place. Alhamdulillah setiap hari selalu ada orderan,” ungkapnya.
Untuk mengolah dendeng jantung pisang, ia memisahkan bagian kulit dan bunganya. Kulit yang berwarna merah inilah yang menjadi bahan dendeng. Kulit tersebut diiris dan direndam air garam dan cuka selama tiga hari.
Selama itu, jangan lupa mengganti air rendaman. Berikutnya, ditiriskan dan direbus sampai mendidih dan dicampur daun salam. Setelahnya, kembali direndam selama tiga hari.
“Direndam ini tujuannya menghilangkan getah. Proses berikutnya, kulit ditumbuk, dicetak di kotak tipis atau dibentuk dendeng baru kemudian digoreng lantas di-spinner untuk menghilangkan minyaknya. Sesudah itu dipanggang menggunakan oven baru dibumbui,” jelas Novi.