Suka Pakai Bedak Tabur? Hati-Hati, Bisa Kena Kanker Loh!

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Senin 25 Juni 2018 11:06 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

MULAI sekarang, sebaiknya Anda yang terbiasa menggunakan bedak talek atau bedak tabur mesti berhati-hati. Pasalnya, bedak ini dianggap menjadi penyebab masalah kanker.

Fakta mengejutkan ini pertama kali berhembus di Amerika Serikat. Seorang perempuan dilaporkan disiagnosis kanker ovarium karena paparan abu bedak talek.

Karena kasus itu, dia pun mengajukan laporan kepada salah satu perusahaan bedak talek terbesar di dunia. Dilasir dari Daily Mail, Senin (25/6/2018), pengacara korban, bekerja sama dengan Ahli Mesothelioma, pun mencoba mengungkap fakta ini secara ilmiah.

Baca Juga: Sekali Lihat, Uskup Michael Curry Sebut Cinta Pangeran Harry-Meghan Markle Amat Kuat

Menurut Ahli Mesothelioma Phillip Gower, kasus semacam ini perlu diperhatikan dan dia mengaku bahwa banyak masyarakat harus mengetahuinya. "Ada masalah besar di luar sana. Sejauh ini kita hanya menggores permukaan. Ini adalah bom waktu yang siap meledak kapan pun," terangnya.

Gower melanjutkan, pihaknya percaya banyak wanita tidak menyadari bahwa menggunakan bedak talek bisa berdampak buruk bagi mereka dan beberapa dari mereka sekarang sudah sakit parah karenanya. "Sayangnya yang lain telah meninggal, dan keluarga mereka hanya mengetahui tentang hubungan potensial sesudahnya," ungkap Gower.

Produk ini memang cukup tenar, tidak hanya wanita dewasa yang menggunakannya, tetapi banyak anak-anak dan beberapa pria juga menggunakan bedak ini. “Mereka seharusnya diberitahu tentang risiko, tetapi sampai sekarang mereka tidak tahu betapa bahayanya bedak talek ini," tegas Gower.

Baca Juga: Jangan Sembarangan Minum Obat, Salah-Salah Tingkatkan Risiko Batu Ginjal

Fakta Bedak Talek

Bedak talek yang banyak beredar di pasaran terbuat dari talc atau mineral lunak yang ternyata memiliki debu berbahaya di dalamnya. Penelitian menunjukkan bahwa ada risiko kontaminasi silang selama membuatan.

Paparan serat debu ini pun telah dikaitkan dengan mesothelioma, kanker agresif yang berkembang di lapisan paru-paru, perut, atau jantung. Tetapi, fakta lain menjelaskan bahwa bahan yang berpotensi beracun ini secara bertahap dihapus pada tahun 1980-an, karena kandungannya membahayakan manusia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya