"Beberapa waktu lalu ada warga yang membeli sejumlah kue bingka dibawa ke Brunai karena keluarga di sana memesan untuk mencicipi kelezatan kue yang dimasak dengan cara dipanggang tersebut," katanya.
Rumah Produksi Bingka H. Thambrin yang telah beroperasi sejak tahun 2003 pada bulan Ramadhan memproduksi lebih banyak bingka dibanding hari-hari biasa.
Menurut Dodong, sejak awal bulan puasa tahun ini, jumlah produksi Bingka H. Thamrin setiap hari menghasilkan 1.000 sampai 1.300 biji dengan harga perbiji Rp42.000 atau mengalami kenaikan sekitar Rp1.000 dibanding tahun lalu.
Dengan jumlah produksi sebanyak itu, maka Rumah Produksi Bingka H. Thambrin yang mengeluarkan tiga varian rasa yakni kentang original, kentang keju dan kentang tape setiap hari memiliki omzet Rp42 - Rp56 juta.
"Kendati memiliki tiga varian rasa, namun rasa kentang original sepertinya tetap menjadi pilihan favorit warga sehingga kami memproduksi lebih banyak yakni hampir hampir 70 persen total produksi," kata Dodong.