Lebih lanjut ia mengatakan, "Penelitian kami menunjukkan sekaligus memperkenalkan jumlah protein yang lebih tinggi dan memperkenalkan daging, seperti daging babi ke dalam program diet bayi yang berlangsung selama kurang lebih 5 bulan. Manfaatnya sangat besar bagi pertumbuhan liner (tinggi tubuh)," tambah Tang.
Dalam penelitian ini, sekelompok bayi yang diberi susu formula sehat dan mengonsumsi makanan pelengkap berbasis daging, seperti ham atau daging sapi yang telah dikeringkan ternyata mengalami peningkatan protein yang cukup signifikan. Makanan tersebut diberikan secara terutur kepada bayi berusia 5 - 12 bulan selama penelitian berlangsung.
(Baca Juga: Ratu Elizabeth II Jadi Orang Pertama yang Akan Melihat Gaun Pengantin Meghan Markle, Ini Alasannya!)
Sementara total protein meningkat, asupan kalori dan lemak dipercaya sama antara kelompok daging dan produk dairy.
Namun para peneliti mengklaim bahwa daging yang telah dihaluskan dipercaya ampuh dalam menambah tinggi bayi selama masa pertumbuhannya. Perbedannya bahkan lebih dari 1 inci jika dibandingkan dengan bayi yang tidak mengonsumsi daging sama sekali. Demikian dilansir dari Times of India (11/5/2018).
(Utami Evi Riyani)