"Kalau bentuk lampion layang-layang dikerjakan teman-teman yang tergabung dalam pelaku UMKM di bawah naungan disperindag, sedangkan bintang dan bola-bola di pedestrian, DKRTH yang membuat lalu dikonsultasikan ke Wali Kota Risma," ujarnya.
Bahkan sebelum dipasang, kata Ipong, lampu hias dan lampion sudah ditentukan dan disesuaikan dengan lebar jalan. "Jadi sebelum memasang, sudah kami perhitungkan semuanya," katanya.
Ilustrasi foto lampion saat menyambut Tahun Baru 2015 di Taman Lumbini, Komplek Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) (Foto: Antara)
Saat ini, lanjut dia, jumlah lampion berbentuk layang-layang sebanyak 75 buah sedangkan yang berbentuk bintang sebanyak 30 buah. "Khusus lampion bintang tersebar di 6 titik yang mana di setiap lokasi terdapat 5 lampion bintang," katanya.
Baca juga: Cerita-Cerita Lucu Tentang Mualaf Amerika yang Baru Masuk Islam
Ke depan, lanjut dia, DKRTH akan memasang lampu hias di beberapa lokasi di antaranya, kawasan Jalan Mayjend Sungkono, Tunjungan dan Urip Sumoharjo. Sedangkan lampion berbentuk bintang dan layang-layang akan dipasang di Jalan Raya Darmo, Tunjungan dan Kertajaya.