BOYOLALI - Banyaknya kasus kematian akibat leptopirosis pada awal tahun ini di Boyolali mengundang perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Rencananya, tim dari Kemenkes akan memantau langsung perkembangan penyakit akibat bakteri leptospira tersebut.
Tim Kemenkes akan datang ke Boyolali, Rabu (28/2/2018). “Iya dari kementerian [Kemenkes] sore ini mau ke Boyolali. Intinya mau diskusi mengenai leptospirosis dan mencari solusi bersama,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ratri S. Survivalina.
Rencananya, tim tersebut berada di Boyolali hingga Sabtu (3/3/2018). Namun, Ratri tidak memerinci kegiatan tim Kemenkes tersebut selama berada di kabupaten yang dikenal dengan Kota Susu ini.
Seperti diketahui, korban meninggal dunia akibat penyakit leptospirosis di wilayah Boyolali pada dua bulan pertama 2018 ini mencapai empat orang dan dari delapan kasus yang ditemukan. Ratri mengakui angka kematian ini cukup tinggi jika dilihat dari jumlah kasunya.
“Ini memang tinggi kalau dilihat dari jumlah kasunya. Pada 2017 ada 34 kasus, sembilan di antaranya meninggal dunia,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (26/2/2018).