KUE rangi bagi anak-anak zaman sekarang pasti namanya cukup asing. Wajar saja, sebab menu kudapan yang satu ini telah jarang ditemui.
Di wilayah perkotaan penjaja kue rangi hampir jarang terlihat menjajakan jualannya. Namun, di daerah pinggiran kota hingga ke desa, kudapan manis tersebut masih cukup banyak yang menjajakan. Tangerang menjadi salah satu kota yang masih terdapat penjaja kue rangi.
BACA JUGA:
Biasanya, kue rangi dijajakan dengan bentuk gerobak yang unik. Pasalnya, penjaja tidak menggunakan kompor untuk membuat kue, melainkan menggunakan kayu bakar. Jadi, kesan tradisional dan harum kayu bakar sangat harum aromanya.
Tidak seperti kue tradisional lain yang dijajakan ketika sudah matang, kue rangi baru akan dibuat saat ada yang membeli. Lezatnya tiada tara ketika menikmati kue rangi hangat-hangat dipagi hari. Lebih lengkap dan semakin terasa nikmat jika kue rangi disajikan bersama secangkir teh tubruk hangat atau kopi.
Kue tradisional khas suku Betawi tersebut terbuat dari bahan-bahan dasar, seperti kelapa, tepung sagu, dan garam, yang membuat kue rangi terasa gurih. Selanjutnya, saat telah siap disajikan, kue rangi diberi topping saus gula aren yang tampak seperti selai. Warna cokelat yang kental dengan rasa manis khas aren siap menggoyang lidah penikmatnya.
Namun, sayangnya kini penjaja kue rangi sudah sulit ditemui di daerah perkotaan Jakarta. Perubahan selera masyarakat hingga tren kue modern yang lebih populer, membuat kue rangi kalah saing, hingga perlahan tersisih dari persaingan di dunia kuliner Jakarta.
Akan tetapi, bagi Anda orangtua yang ingin mengenalkan kue rangi pada anak-anak, ajaklah anak Anda ke festival daerah atau tradisional yang kerap diadakan di kawasan Kota Jakarta atau Tangerang, biasanya akan mudah ditemui penjaja kue-kue khas daerah di sana.
Selain itu, menurut pantauan Okezone, penjaja kue rangi juga masih terdapat di destinasi wisata perkampungan Betawi Setu Babakan. Bahkan, tidak hanya kue rangi, di Setu Babakan juga masih banyak dijajakan bir pletok, dodol khas Betawi, hingga segala pernak-pernik budaya Betawi, seperti baju pangsi.