Pro dan Kontra Barista Berbikini: Memperjuangkan Hak Wanita atau Sebuah Bentuk Eksploitasi?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Kamis 28 Desember 2017 23:15 WIB
Barista berbikini (Foto: Metro)
Share :

ADA banyak cara yang dilakukan para pelaku bisnis kuliner demi menarik perhatian para konsumen. Selain memperhatikan kualitas hidangan, beberapa restoran mulai berani menggagas sebuah ide marketing yang terkadang sangat bertentangan dengan norma-norma yang ada. Seperti yang dilakukan oleh Bikini Beans Espresso (BBE) dengan strategi barista berbikini mereka.

Sejak dibuka pada 2014 lalu, perusahaan kopi ini berhasil membuka cabang baru di kawasan Tempe, dan beberapa franchise di beberapa kota termasuk Washington. Meski sebagian orang menganggap strategi marketing tersebut sebagai bentuk eksploitasi terhadap wanita, Bikini Beans Espresso bersikeras bahwa misi mereka justru untuk memperjuangkan hak-hak wanita.

Berdasarkan pernyataan resmi perusahaan, "Semua wanita memiliki hak untuk memilih, menjadi gay, menjadi pemimpin komunitas, memiliki bisnis yang sukses, atau bahkan mencalonkan diri menjadi presiden".

"Kita semua memiliki hak bekerja dengan penuh kasih sayang, percaya diri, dan bermartabat. Terlepas dari busana yang kita kenakan apakah menggunakan jas formal, scrub, atau bikini".

Pro dan kontra

Dari semua konsep egalitarian yang mereka terapkan, Bikini Beans Espresso tentunya telah dihujani ratusan kritikan tajam dari berbagai pihak. Sebelum diresmikan pada 2014 lalu, salah satu anggota dewan kota Tempe, Kolby Granville, melayangkan protes kepada coffee shop tersebut melalui akun Facebooknya.

"AKU SANGAT MEMBENCI IDE INI," tulis Kolby

"Aku telah menghabiskan 3 tahun terakhir untuk melatih Jr. High Girl's Country agar mereka bisa menjadi sosok yang dihormati dan memiliki value yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi objek yang mengundang gairah seksual,"

Postingan Kolby itu ternyata mendapatkan kritikan tajam dari para aktivis perempuan. Namun Kolby tidak sendiri. Beberapa orang ternyata sependapat dengan dirinya. Mereka juga melayangkan protes keras hingga membuat salah satu cabang BBE di Washington memutuskan untuk menggunakan pakaian yang lebih santai dan 'sedikit' sopan.

Di satu sisi, pemilik Carlie-Jo Howell justru meminta para barista dan pramusaji yang bekerja di tempatnya, untuk mengenakan bikini dan hanya menutupi bagian payudaranya dengan sebuah benda yang mirip seperti tempelan kertas. Bisnisnya itu berhasil mendapatkan rating yang nyaris sempurna yakni 4,5 dari 5.

Namun hal tersebut tidak mengubah komitmen para anggota dewan untuk memboikot BBE. Salah satu anggota dewan bernama Mike Fagan menegaskan bahwa BBE seharusnya berfokus pada kualitas kopi yang mereka suguhkan.

“Seharusnya mereka membahas tentang kopi bukan tentang tubuh wanita. Tindakan mereka itu merupakan ekspolitasi terhadap wanita dan bisa menjadi masalah budaya yang sangat serius,” tutur Faga dalam sebuah wawancara dengan Zagat.

(Baca Juga: Mau Jadi Barista Handal? Simak 7 Rekomendasi Sekolah Kopi di Jakarta, Bandung Sampai Makassar Berikut Ini!)

Asal mula Bikini Beans Espresso

Sebagian orang berpikir bahwa usaha berkonsep seksual ini dicetuskan oleh sejumlah pria yang memiliki uang dan waktu berlebih. Namun siapa sangka, Bikini Beans Espresso ternyata digagas oleh pasangan suami-istri bernama Ben dan Regina Lyles.

Di dalam situs resmi perusahaan, Ben dan Regina bahkan sempat memasang foto putri mereka yang menggemaskan, dan tidak ada petunjuk apa pun bahwa bisnis mereka ini akan mengusung konsep yang sangat ‘duniawi’.

Berasal dari Seattle, Amerika Serikat, pasangan ini memutuskan untuk pindah ke Phoenix, Arizona, pada tahun 2014 lalu. Mereka dengan cepat membangun sebuah bisnis dan komunitas kopi kecil-kecilan yang ternyata mengalami perkembangan pesat.

Meski bisnis mereka berhadapan langsung dengan sejumlah atraksi kelas dunia seperti Desert Botanical Garden, Phoenix Zoo, dan Camelback Mountain, sebagai mantan barista Regina merasa ada sesuatu yang hilang dari kota tersebut. Ide inilah yang kemudian memunculkan sebuah gagasan untuk membentuk kelompok barista berpakaian minim.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya