Jika Anda merasa mengalami gejala tersebut, langkah yang harus segera dilakukan adalah berkunjung ke dokter guna mendapatkan pengalaman. Sebab penyakit ini bisa menular ke orang lain dengan sangat cepat. Maka tak heran pada beberapa kasus difteri pasien harus masuk ruang isolasi. Pasien harus berada dalam satu ruangan khusus kurang lebih selama satu minggu.
Sementara itu, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc menuturkan ada cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk mendeteksi difteri.
“Coba buka mulut orang yang dicurigai terkena difteri dan minta julurkan lidah. Lihat area di belakang lidah. Biasanya akan tertutup oleh lidah, tapi gunakan ujung sendok untuk menurunkan lidah. Kemudian perhatikan apakah ada selaput kotor di belakang lidah. Jika iya, ambil lidi yang ujungnya terdapat kapas untuk membersihkan selaput. Jika sulit dibersihkan dan susah lepas, kemungkinan itu bakteri difteri. Maka harus cepat dibawa ke rumah sakit,” tutur dr Elizabeth dalam diskusi “Redbons: Wabah Difteri, Dampak, dan Antisipasinya” di kantor redaksi Okezone, Jakarta Pusat, Selasa 12 Desember 2017.
(Helmi Ade Saputra)