DALAM rangka memeringati Hari Ayah Nasional yang jatuh pada 12 November 2017, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyampaikan kepada seluruh masyarakat akan pentingnya keterlibatan sosok ayah dalam pendidikan dan pengasuhan anak.
Deputi Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Lenny N. Rosalin menyatakan, sosok ayah dapat memiliki peran yang lebih besar dalam praktek pengasuhan agar tumbuh kembang anak lebih optimal dan hak – hak anak dapat terpenuhi demi terwujudnya Indonesia Layak Anak (IDOLA) di tahun 2030.
“Pendidikan dan pengasuhan anak bukan hanya tanggungjawab seorang ibu namun juga menjadi bagian dari peran penting ayah dalam kehidupan anak. Peran aktif ayah sebagai figur dunia luar dalam pendidikan dan pengasuhan anak memberikan dampak yang signifikan pada perkembangan emosi anak, bahkan ikut menentukan masa depan mereka,” ujar Lenny N. Rosalin dalam acara bertajuk Ini Ayah Hebatku di Jakarta, belum lama ini.
Namun, menurutnya, kesadaran akan peran penting ayah dalam pengasuhan anak di Indonesia masih terbatas. Di berbagai pelosok negeri ini, masih banyak para ayah yang berperan hanya sebatas pencari nafkah, hanya hadir untuk anak-anaknya secara fisik, namun tidak mengisi jiwa mereka.
“Padahal, dari sosok ayah ada 9 nilai pengasuhan yang menentukan peran penting seorang ayah yaitu dalam proses perkembangan anak, dalam membentuk ketrampilan dan hubungan sosial anak, dalam menjaga kesehatan mental dan harga diri anak, dalam memerangi rokok, alkohol minuman keras, dalam keterlibatan dan kinerja sekolah anak, dalam mencegah dan menangani bullying, dalam menjaga perilaku seksual remaja, dalam mencegah Perilaku menyimpang, serta dalam menjaga anak dari kelebihan berat badan (obesitas) dengan melakukan aktivitas fisik,” sambung Lenny.