Gawat! Sering Terpapar Polusi Udara dari Asap Kendaraan Picu Patah Tulang di Masa Tua

Dewi Kania, Jurnalis
Kamis 16 November 2017 09:58 WIB
Ilustrasi (Foto: Financialexpress)
Share :

ANCAMAN polusi udara dan kabut asap sering terjadi di kota-kota besar. Dampaknya tidak hanya menyebabkan gangguan pernapasan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan tulang.

Selama ini, kita hanya tahu bahwa polusi udara sering menyebabkan penyakit pernapasan dan paru-paru serius. Tetapi studi baru menyatakan, orang yang terpapar dengan polusi udara terlalu sering bisa memicu patah tulang. Risiko tersebut menyebabkan hilangnya kepadatan mineral.

Studi tersebut menyatakan, tingginya pasien patah tulang rupanya banyak dipicu oleh paparan udara di lingkungan sekitarnya. Apalagi bagi penduduk kota-kota besar yang terancam dengan polusi udara berlebihan.

Untuk penelitian ini, para peneliti mempertimbangkan kejadian patah tulang terkait osteoporosis antara 9,2 juta orang antara tahun 2003-2010. Selama penelitian ditemukan bahwa seseorang yang sejak muda terpapar polusi udara terus-menerus, dampaknya di masa tua dapat meningkatkan kejadian patah tulang.

Komponen dari polusi udara yang dimaksud dapat diperoleh dari asap kendaraan bermotor yang paling sering. Dampaknya dapat meningkatkan hormon paratiroid yang lebih rendah, yakni hormon kalsium dan tulang yang penting dan penurunan kepadatan mineral tulang yang lebih besar.

Risikonya diketahui dapat menyebabkan kerusakan oksidatif sistemik dan pembengkakan. Pada akhirnya dapat mempercepat pengeroposan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang pada orang tua.

Karenanya, sejak muda Anda harus mencegah kejadian patah tulang di kemudian hari. Selain menghindari paparan polusi udara, Anda juga dapat memperbanyak konsumsi makanan sehat.

Termasuk, sayuran hijau, telur, tahu, produk susu, kacang-kacangan, serta sumber kalsium lainnya yang melimpah. Demikian dilansir Boldsky, Kamis (16/11/2017).

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya