BANYAK cara dilakukan oleh pemerintah Indonesia demi mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman). Sebab, tahun ini Kementerian Pariwisata harus mencapai target mendatangkan 15 juta wisman.
Selain festival-festival budaya, Kementerian Pariwisata memasukkan pameran kuliner internasional sebagai salah satu cara mendatangkan wisman. Salah satunya melalui Salon International d'Almentation (SIAL) yang merupakan event pameran internasional terbesar di dunia.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty mengatakan, kuliner masuk ke dalam kelompok besar wisata budaya. Sementara di industri kreatif, kuliner berada di urutan atas.
"Daya tariknya cukup tinggi, 60 persen. Kuliner masuk salah satu sub kreatif, menduduki peringkat pertama yang memberikan kontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto). Spendingnya termasuk besar, di samping shopping," jelas Esthy dalam konferensi pers di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (16/11/2017).
Esthy mengakui, potensi wisata kuliner Indonesia begitu besar. Wisatawan mancanegara pun mulai berwisata kuliner ketika berkunjung ke Indonesia. Karena itu, ia berharap dari pameran yang menargetkan total kunjungan 50 ribu wisatawan dengan 2.500 wisman ini dapat membantu meningkatkan kunjungan wisman ke Tanah Air.