DALAM beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi sejumlah kasus bencana alam yang menimpa sejumlah daerah. Mulai dari meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta pada 26 Oktober 2010 dan yang terbaru adalah perubahan status awas Gunung Agung di Karangasem, Bali.
Salah satu dampak dari bencana ini tentu saja berkaitan dengan meningkatnya jumlah pengungsi di berbagai daerah di Bali. Melihat hal tersebut, sebagian besar masyarakat Indonesia pun tergerak untuk memberikan donasi berupa uang, pakaian, hingga makanan layak konsumsi.
Berbicara soal makanan, ternyata ada beberapa hal penting yang harus Anda ketahui sebelum memutuskan untuk menyumbang makanan ke lokasi-lokasi penampungan donasi seperti bank makanan. Dilansir dari Delish, Rabu (11/10/2017), setidaknya ada 5 jenis bahan makanan yang harus Anda hindari saat hendak menyumbangkan ke bank makanan.
BACA JUGA: TERUNGKAP! Miss Indonesia 2017 Achintya Holte Nilsen Ternyata Doyan Banget Sambal
Makanan kaleng yang rusak
Makanan kaleng yang berisi buah-buahan, sayuran, atau daging tuna merupakan jenis makanan yang sangat praktis untuk diolah maupun di simpan. Sehingga tidak mengherankan sebagian besar donatur memilih untuk menyumbangkan makanan tersebut. Namun sayangnya, terkadang masih banyak yang menyumbangkan makanan kaleng dengan kondisi kemasan rusak, penyok, dan bocor. Oleh karena itu, telitilah sebelum membeli dan menyumbangkan makanan kaleng kepada bank makanan.
Makanan yang dikemas menggunakan toples atau gelas kaca
Selain dikemas dalam kaleng, makanan biasanya disimpan di dalam gelas kaca. Makanan ini juga harus dihindari jika Anda ingin menyumbangkannya ke bank makanan. Alasannya karena akan sangat berbahaya ketika hendak didistribusikan melalui jalur darat maupun udara. Bisa saja gelas pecah saat terkena guncangan.
Produk dairy
Sebagian besar bank makanan tidak mau menerima sumbangan makanan berbentuk keju, mentega, susu, dan produk dairy lainnya, apabila tidak dikemas dengan baik. Sebagai pengganti, Anda bisa menyumbangkan susu bubuk yang dapat bertahan lama meski tidak melewati proses pendinginan (disimpan di dalam lemari es).
BACA JUGA: Alamak! Bank Makanan Terima Sumbangan Sup Berumur Hampir 50 Tahun
Makanan berukuran besar
Bahan makanan seperti beras, tepung, dan gula terkadang dibungkus dengan kemasan yang cukup besar. Namun sayangnya, beberapa bank makanan tidak memiliki waktu dan sumber daya manusia untuk membagi makanan tersebut hingga layak didistribusikan ke setiap kepala keluarga korban bencana. Oleh karena itu, sumbangkanlah bahan makanan dengan kemasan yang sekiranya pas dan tidak terlalu besar. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan para bank makanan dalam mendistribusikannya.
Makanan yang harus dimasukkan ke dalam lemari es
Sebelum membeli makanan yang hendak disumbangkan, sebaiknya lakukan pengecekan terlebih dahulu apakah bank makanan di lokasi Anda memiliki lemari es atau kulkas untuk menyimpan bahan makanan segar dan beku? Jika tidak, hindari menyumbangkan makanan tersebut.
(Santi Andriani)