SEBAGIAN besar masyarakat Indonesia merupakan golongan konsumtif. Tak hanya lapar mata dalam membeli barang, masyarakat Indonesia juga gemar menyisakan atau membuang makanan. Terbukti saat ini Indonesia berada di urutan kedua terbesar sebagai negara pembuang makanan.
Sebagaimana diketahui, produksi limbah makanan di Indonesia meningkat sebesar 10 persen oada 10 hari pertama di bulan puasa. Dampak kenaikan sampah makanan ini akan berimbas pada budaya, ekonomi dan juga ekologi.
Guna membantu masyarakat dalam memahami lebih jauh mengenai apa yang dimaksud dengan kehilangan pangan (Food Loss) dan sampah makanan (Food Waste), Direktur dan Peneliti bidang Ekonomi Agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB), Arief Daryanto, Ph.D mencoba menjabarkannya.
Baca Juga: 5 Selebriti Hollywood Ini Pernah Tutup Akun Instagramnya, Siapa Saja?
Menurutnya FL adalah makanan yang hilang sebelum sampai ke tangan konsumen (kehilangan yang terjadi saat makanan dalam tahap pengolahan/distribusi). Sementara FW adalah kehilangan yang terjadi pada tahap konsumsi.