Peneliti utama, Frances Sladek menemukan, ketiga minyak tersebut meningkatkan kadar kolesterol di hati dan darah, mengusir mitos populer bahwa minyak kedelai mengurangi kadar kolesterol. Selanjutnya, para peneliti membandingkan Plenish dengan minyak zaitun. Kedua minyak tersebut memiliki asam oleat tinggi, asam lemak dipercaya dapat mengurangi tekanan darah dan membantu menurunkan berat badan.
"Dalam eksperimen tikus kami, minyak zaitun menghasilkan efek yang sama persis dengan Plenish, lebih banyak efek obesitas daripada minyak kelapa, meski kurang dari minyak kedelai dan sangat berlemak, yang mengejutkan karena minyak zaitun biasanya dianggap paling sehat dari semua minyak nabati," kata peneliti lain, Poonamjot Deol yang dikutip Zeenews, Rabu (4/10/2017).
Plenish, yang memiliki komposisi asam lemak yang mirip dengan minyak zaitun, induced hepatomegali, atau pembesaran hati, dan disfungsi hati, sama seperti minyak zaitun.
"Temuan kami tidak harus berhubungan dengan produk kedelain lainnya seperti kecap, tahu atau produk susu kedelai yang sebagian besar berasal dari kompartemen kedelai yang larut dalam air, minyak, di sisi lain, berasal dari kompartemen yang larut dalam lemak," pungkas Sladek.
(Helmi Ade Saputra)